Boleh dibilang generasi keempat dari Toyota Supra (A80) yang membuat nama Supra sukses menyandang status legendaris. Toyota bahkan sempat membawa nuansa MKIV untuk diadaptasi ke model termutakhir lewat Supra Heritage Edition, tampil di gelaran SEMA (Specialty Equipment Market Association) 2019. Belum puas, di ajang tahun ini mereka angkat kembali ide serupa dengan GR Supra Sport Top.

Lanskap modifikasi hingga dunia perfilman mengangkat popularitas sports car asal Jepang itu. Supra MkIV beratap setengah terbuka alias targa pun menjadi salah satu ikon. Mejeng di waralaba Fast & Furious sebagai “10 second car”-nya Brian O’Connor. Varian targa yang absen di versi modern mungkin membuat sebagian fans kecewa. Namun setidaknya proyek GR Supra Sport Top menggambarkan kemungkinan bagaimana bila keturunan ke-lima menganut targa top.

Hasilnya terbilang impresif, terlihat natural seakan ada opsi varian targa dari tawaran Toyota. Melansir Motor1, atapnya dipotong lalu dibuat sepasang panel komposit serupa lekuk kepala orisinal yang dicetak melalui printer 3D. Ketika dipasang, sulit untuk membedakan dari model kupe. Meski begitu, eksekusinya bukan sekadar memotong dan mengganti kulit. Tim di balik layar mempertahankan rigiditas struktur mobil dari ruang mesin sampai ke belakang. Sebagai tambahan, bagian luar turut diperkuat demi mempertahankan kekakuan GR Supra meski atapnya terbuka.

Toyota GR Supra Sport Top

 

“Sangat senang melihat reaksi terhadap Heritage Edition kami di tahun lalu dan saya pikir sangat sukses sebagai tribut modern terhadap sang ikon MKIV dari akhir 90-an,” komentar Ed Laukes, Groupe Vice President Toyota Marketing. Ia menambahkan,”Kami memutuskan untuk membawanya kembali tahun ini dan dipasangkan dengan Sport Top demi menyuguhkan ide kepada fans terkait bagaimana Supra kami terlihat untuk menghirup udara segar dengan atap terpisah.”

Rancangan Sport Top sebetulnya menyerupai Heritage Edition dari tahun lalu. Didesain sebagai penghormatan generasi sebelum. Untuk Heritage Edition, Toyota Motorsports Garage bekerja sama dengan Beree Cox Design demi mendapatkan rendering prototipe bernuansa visual MKIV. Baru dari situ digabungkan elemen tua ke tubuh baru.

Banyak komponen adaptasi dijebloskan ke tubuh GR Supra. Misal untuk urusan lampu, pemimpin proyek Marty Schwerter harus menyelaraskan rancangan anyar sekaligus membawa aura model A80. Ujungnya, rumah lampu custom diusung berisi set lensa lingkaran yang terbentuk dari blok akrilik. Bisa dilihat kemiripannya, tertanam komposisi jeroan lampu lingkaran serupa A80.

Toyota GR Supra Sport Top

 

Di samping itu, sayap belakang MKIV dimodifikasi agar proporsinya selaras tubuh A90. Merupakan hasil karya LG Motorsports yang turut menciptakan splitter depan terintegrasi. Balans aerodinamika lanjut diotak-atik oleh Toyota dan Cripworks. Mereka desain diffuser belakang gahar dan ganti ventilasi fender depan untuk mengurangi tekanan udara di belakang ban.

Tak ketinggalan sektor pemacu kena sentuhan modifikasi. Potensi turbo standar diolah lagi oleh Precision Turbo & Engine sehingga dapat memadatkan udara 18 persen lebih banyak ke jantung enam silinder B58. Sistem manajemen mesin lanjut dikalibrasi ulang Mission Performance, dibarengi penyematan intake custom dan buangan knalpot 3 inci agar napasnya lebih plong. Atas modifikasi ini, diklaim sanggup memuntahkan tenaga lebih dari 500 hp.

Hal menarik ada di sektor suspensi. Toyota dan Scarbo Performance rombak sistem suspensi belakang menjadi model rocker arm yang memisahkan shock dan per ke dalam bagasi. Hal ini memungkinkan tim untuk memasang ban lebar tanpa perlu merombak bodi. Ya, sepatunya lebar dan berdiameter besar. di belakang terpasang pelek HRE P107SC 5 palang berukuran 19×11 inci dibalut ban kompetisi Toyo Proxes R888R 305/30R19. Di depan, ia mengenakan pelek 19×10,5 inci dibungkus ban 295/30R19. Kuda-kudanya kemudian dibikin semakin sangar lewat adjustable coilover TEIN dan rem Brembo Monobloc berdiameter besar.

Toyota GR Supra Sport Top

 

Tidak ada informasi terkait varian baru GR Supra beratap terpisah seperti ini. Mengembalikan format yang hanya eksis di dua generasi (A70 dan A80). Kemungkinannya kecil, bisa jadi BMW tidak suka langkah ini lantaran berpotensi melahap pasar sang roadster Z4 sebagai basis platform. Untuk saat ini GR Supra Sport Top sendiri dibuat sebagai model ‘one-off’ untuk menggambarkan bagaimana bila pabrikan merealisasikan ide targa.